Senin, 04 Mei 2015

Dongkrak

Dongkrak merupakan salah satu tools yang wajib tersedia di dalam kendaraan roda empat. Berbagai kemungkinan yang bisa terjadi menjadikan peran dongkrak begitu vital dalam kondisi-kondisi darurat. Namun, banyak yang mengenal dongkrak sebagai satu 'spesies' yang memiliki satu kegunaan. Padahal, terdapat berbagai jenis dongkrak yang pada masing-masingnya memiliki kelebihan tersendiri. 

Pada dasarnya dongkrak dapat digolongkan ke dalam dua bagian besar, yaitu hidrolik (mengandalkan tekanan udara dan pemampatan oli) dan mekanis (mengandalkan kerja sistim ulir seperti baut). Masing-masing memiliki jenis-jenis yang berbeda serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

A. Dongkrak Mekanis

1. Dongkrak Ulir / Dongkrak Duduk.
Bentuknya seperti botol dengan bagian bawah membesar, rata dan ada cantelan berupa cincin di bagian bawah. Cincin tersebut nantinya dihubungkan dengan gagang dongkrak untuk memfungsikan dongkrak, putar ke kanan untuk naik dan ke kiri untuk turun. Keunggulan dongkrak ini dapat dikatakan sebagai dongkrak paling awet karena jarang jebol (tentunya dengan mengikuti aturan beban maksimal yang diperbolehkan). Sedangkan kekurangannya adalah karena dongkrak ini mengandalkan sistem kerja singgungan dua uliran bersudut 45 derajat maka apabila pelumasnya  berkurang akan macet. Dongkrak jenis ini harus rajin diberi pelumas, dan apabila macet pertolongan pertamanya adalah dengan cara membenturkannya ke permukaan keras semisal permukaan jalanan aspal atau dinding semen. Biasanya dongkrak jenis ini dapat dijumpai di mobil-mobil seperti Isuzu Panther, Toyota Kijang Super, dan Holden HQ, EH, EJ, HD, LC Series.

2. Dongkrak Wajik
Bentuknya memanjang dan gepeng, dengan cincin cantelan berada di salah satu ujungnya. Apabila kita putar ke kanan maka akan naik dan menyerupai bentuk wajik. Kelebihan dongkrak jenis ini merupakan dongkrak primadona di kalangan penikmat mobil ceper karena dapat masuk ke kolong mobil dengan ground clearance minim. Kekurangannya adalah daya angkat dongkraknya sangat terbatas dan sering tidak kuat mengangkat beban (kecuali untuk dongkrak OEM alias bawaan pabrik biasanya lebih kuat). Jadi pada saat kita menaikkan mobil, cincin dan uliran yang kita putar akan jalan terus tapi mobil tidak kunjung terangkat sementara bodi dongkrak malah peyot. Untuk penikmat mobil ceper, apabila ingin membeli dongkrak model wajik, sangat disarankan untuk berburu dongkrak OEM Volvo dan Peugeot 505 karena kwalitas bahannya sangat baik. Dongkrak jenis ini pun dapat dijumpai pula pada mobil-mobil seperti Suzuki Katana, Vitara, Escudo dan Sidekick, beberapa jenis minibus tanpa hidung dan lain-lainnya.

3. Dongkrak Colok Samping
Biasanya ini adalah dongkrak OEM mobil-mobil Eropa. Pengoprasiannya sangat praktis dan mudah. Karena gagang pemutarnya sudah terintegrasi secara paten pada dongkrak itu. Bentuknya seperti tiang tinggi sekitar 40cm, kurus dengan satu kaki dan ada sebuah colokan yang dapat bergerak naik turun pada saat gagang dongkrak kita engkol. Colokan itu tadi kita tusukkan pada lubang yang sudah disediakan oleh produsen mobil tersebut,  biasanya untuk roda depan berada di belakang roda depan dan bagian belakang berada di depan roda belakang. Namun dimikian, dongkrak ini memiliki kelemahan yang cukup fatal. Pengoprasian dongkrak ini harus di atas permukaan jalan yang benar-benar rata dan keras. Karena kalau miring sedikit saja maka dongkrak dapat ambruk karena ukuran kakinya yang kurus. Biasanya dongkrak ini dapat dijumpai pada mobil-mobil seperti Mercedes Benz dan BMW.

4. Dongkrak Colok Bumper
Ini adalah desain dongkrak mekanik yang boleh dikatakan agak ajaib karena beberapa bagiannya multi fungsi. Terdiri dari tiga elemen yang dapat dilepaskan. Pertama tiang utama, tingginya sekitar satu meter dan bergerigi di salah satu sisinya - Kedua, alas berbentuk kotak yang di colokkan di bagian bawah tiang tadi. Alas ini juga berfungsi sebagai kunci pengikat ban cadangan di dalam bagasi supaya ban cadangan tidak berubah posisi - Dan ketiga, tuas pengungkit berbentuk huruf L. Tuas ini memiliki fungsi lain sebagai kunci pembuka mur roda di satu ujungnya sementara ujung lainnya gepeng dan berguna untuk mencungkil dop roda. Cara pengoperasiannya pun unik, setelah merakit bagin tiang dan alas, maka colokkan pengait yang ada pada bagian tiang ke dalam lubang di sisi kiri atau kanan bumper. Kemudian tusukkan gagangnya yang berujung gepeng ke dalam lubang di seberang pengait bumper. Setelah itu posisikan tuas pengunci ke posisi 'Up' yang berada pada bagian samping di antara pengait bumper dan bolongan untuk gagang. Setelah itu mulailah gerakan gagang dongkrak tadi maka mobil pun akan naik. Sedangkan untuk menurunkan mobil, pindahkan tuas pengunci ke posisi 'Down'. Kekurangannya, dongkrak ini juga hanya dapat digunakan pada permukaan jalan yg benar2 rata dan keras. Kalau empuk atau miring sedikit saja maka mobil akan ambruk.

B. Dongkrak Hidrolik

1. Dongkrak Duduk
Bentuknya seperti botol yang membesar dan rata di bagian bawah namun memiliki alat pemompa di bagian sampingnya. Cara kerjanya adalah kita memompa udara yang nantinya akan memampatkan udara dan mendorong cairan oli untuk menaikkan mobil dengan menggunakan gagang yang sudah disediakan. Sedangkan untuk menurunkannya kita tinggal mengendorkan baut yang ada di bawah bagian pemompa secara perlahan menggunakan gagang pompa tadi. Dengan kendornya baut itu maka udara yang mampat tadi akan keluar dan mobil pun akan turun. Kekurangannya adalah, seiring dengan bertambahnya usia dan frekuensi penggunaan, maka sil-sil karet dapat rusak sehingga menyebabkan kebocoran udara dan atau oli. Untungnya dongkrak jenis ini dapat diservis di tukang-tukang servis dongkrak. Dongkrak ini adalah jenis dongkrak 'after market' atau bukan merupakan dongkrak bawaan mobil atau OEM. Namun dapat kita jumpai sebagai perkakas standar untuk mobil-mobil besar seperti bus dan truk.

2. Dongkrak Buaya
Ini adalah dongkrak sejuta umat karena semua orang mengidolakannya. Bentuknya panjang dan beralaskan roda berbahan besi. Cara kerjanya pun dengan memompa, memampatkan udara yang nantinya akan mendorong oli. Oli tersebut yang akan mendorong pengungkit dan mangkok di ujung satunya sehingga mobil akan terangkat naik. Pada saat pengungkit dan mangkok naik, maka akan terlihat seperti buaya yang sedang mangap, oleh karenanya disebut dongkrak buaya. Kekurangannya adalah, seiring dengan bertambahnya usia dan frekuensi penggunaan, maka sil-sil karet dapat rusak sehingga menyebabkan kebocoran udara dan/atau oli. Untungnya dongkrak jenis ini dapat diservis di tukang-tukang servis dongkrak. Dongkrak ini adalah jenis dongkrak'after market' atau bukan merupakan dongkrak bawaan mobil atau OEM. Dan tidak ada satu jenis mobil pun yang melengkapi produknya dengan dongkrak jenis Buaya. Dongkrak buaya hanya dapat dijumpai di toko-toko perkakas saja.

- Dongkrak "Stand-Jack"
Ada satu jenis dongkrak yang bersifat mati atau tidak dapat naik turun kecuali di setel secara manual dan posisinya tidak dapat dinaik turunkan tanpa memindahkan mobil terlebih dahulu. Beliau bernama 'Stand Jack', biasanya digunakan untuk menahan mobil dalam posisi terangkat untuk kurun waktu yang cukup lama, atau ada keperluan pekerjaan di sektor kolongan sehingga perlu ada orang yang berkerja di bawahnya. Dongkrak ini akan menahan mobil dengan sempurna tanpa khawatir mobil akan ambruk.
sumber : http://otopedia.com/375/%5BTips-dan-Trik%5D-Mengenal-Kelebihan-dan-Kekurangan-Berbagai-Jenis-Dongkrak.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar